Menurut Kantor Berita ABNA, Syaikh Abdul Mahdi Karbalai, khatib Jum'at kota Karbala Irak menyampaikan dalam khutbah Jum'atnya dalam penyelanggaraan shalat Jum'at, Jum'at kemarin (4/2) di kota Karbala, "Jika pemerintah Irak menginginkan rakyat hidup tenang, mereka harus lebih serius memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Keadilan sosial harus menjadi perhatian utama pemerintah sekarang, bukan agar bagaimana bisa mempertahankan kekuasaan selama mungkin." Beliau mengingatkan pemerintah Irak, mengenai kebangkitan besar-besaran sebagian besar Negara-negara Arab karena kemarahan dan rasa muak rakyatnya terhadap rezim-rezim penguasanya yang hanya lebih mementingkan kepentingan pribadi dan mengabaikan kepentingan rakyat secara umum.
Wakil Ayatullah Sistani untuk kota Karbala ini melanjutkan, "Kita banyak melihat perubahan besar dalam pemerintahan di negeri ini, namun kita juga jangan sampai lupa, sampai sekarang keadilan sosial belum merata dan kesejahteraan rakyat belum terwujud."
"Kita banyak melihat permasalahan di negeri ini, karenanya tidak menutup kemungkinan apa yang terjadi hari ini di Negara-negara Arab lainnya, juga akan terjadi di Irak." Tegasnya.
Sementara itu, Syaikh Muhammad al Jaburi, Imam Jum'at Ahlus Sunnah di bagian utara kota Kirkuk Irak juga bercermin dengan kejadian di Tunisia dan Mesir, berkata, "Kemarahan dan kebangkitan rakyat telah dimulai dari bagian utara Afrika dan tidak akan berhenti. Pengaruhnya bisa saja merembes kemana saja."
"Pemerintah Irak saat ini, sementara mengemban amanah rakyat, karenanya kepentingan rakyat harus lebih diutamakan dan kesempatan untuk mengabdi jangan sampai disia-siakan. Sebab kalau tidak, kejadian yang terjadi dibeberapa Negara Arab saat ini, juga bisa terjadi di negeri ini." Lanjutnya.